Call Center

031 - 99 787 999

Email

mail@tamanzakat.org

Jam Layanan

Senin - Sabtu: 8 AM - 4 PM

Rukun khutbah jumat – Rukun adalah tahapan atau langkah yang tidak boleh dilewati ketika melakukan ibadah. Bukan hanya shalat, namun dalam melaksanakan khutbah jumat pun juga harus sesuai rukun-rukunnya sehingga khutbah jumat tersebut sah. Sebab, apabila rukun-rukun khutbah tidak sesuai akan menjadi kurang afdhal bahkan bisa menjadi tidak sah.

Untuk itu, dalam artikel ini kita akan membahas mengenai rukun khutbah versi empat mazhab yang ada. Berikut ulasannya.

Rukun Khutbah Mazhab Hanafiyah

Bangsa Indonesia dimana mayoritasnya bermazhab syafi’I mungkin akan sedikit bingung dan merasa aneh jika mengikuti khutbah ulama bermazhab hanafi. Sebab dalam mazhab hanafi, rukun khutbah jumat cukup membaca hamdalah, tahlil, dan tasbih.

Pendapat itu didasarkan pada sebuah ayat Al-Qur’an yang, memerintahkan orang-orang yang mengetahui dan mendengar seruan untuk shalat pada hari Jumat, bergegas-gegas mendatangi dzikrullah seperti berikut:

Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jumat, maka bersegeralah kalian kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (QS. Al-Jumu’ah: 9)

Dengan adanya ayat tersebut, dalam mazhab ini, apapun yang dibacakan sang khatib di atas mimbar jumat asalkan yang diucapkan itu mengingat Allah, maka hukumnya sah begtu juga hamdalah, tahlil, dan tasbih yang merupakan dzikir.

Rukun Khutbah Mazhab Al-Malikiyah

Berbeda dengan mazhab sebelumnya yang kita bahas, mazhab AL Malikiyah memiliki pendapat bahwa khutbah jumat tidak cukup hanya dengan lafadz dzikir saja (hamdalah, tahlil, dan tasbih), namun dalam pandangan mazhab Al-Malikiyah, khutbah jumat itu seminimal-minimalnya orang Arab menyebutnya sebagai khutbah meskipun hanya dua bait kalimat seperti misalnya,

اتَّقُوا اللَّهَ فِيمَا أَمَرَ وَانْتَهُوا عَمَّا عَنْهُ نَهَى وَزَجَرَ

Bertaqwalah kepada Allah dalam apa yang Dia perintahkan dan berhentilah dari apa yang dilarangNya.

Beberapa ulama tidak sependapat dengan pendapat mazhab ini, yakni Ibn Al-Arabi. Menurut Ibn Al-Arabi, minimalnya khutbah jumat adalah  menyebutkan hamdalah, bershalawat kepada Nabi saw., mengingatkan (tahdzir), memberi kabar gembira (tabsyir), dan memperdengarkan beberapa petikan ayat Al-Qur’an.

Rukun Khutbah Mazhab Syafi’iyah

Berikutnya, rukun khutbah dari mazhab syafi’I,  yang juga merupakan mazhab paling banyak dianut di Indonesia dan bagian asia lainnya. Dalam mazhab syafi’I, ada lima rukun khutbah yang harus dipenuhi supaya khutbah yang disampaikan afdhol / sah.

Rukun pertama: Membaca Hamdalah

Hal pertama yang harus dilakukan oleh khatib adalah memuji Allah dengan pujian yang agung. Yaitu dengan membaca Hamdalah yang lafadznya bisa bermacam-macam. Lafadznya diantaranya adaah: “Alhamdulillahirabbil ‘alamin .. dst.” boleh “Innalhamdalillah … dst.” atau, “Alhamdulillahi haqqahamdih … dst.” atau pujian lain sebagai bentuk rasa syuku.

Rukun Kedua: Bershalawat Kepada Nabi Muhammad saw

Rukun selanjutnya adalah menyampaikan shalawat kepada Nabi Muhammad saw. Ini merupakan bentuk kecintaan dan peneladanan pada setiap apa yang telah Rasulullah perjuangkan.

Lafadz shalawatnya bebas, yaitu minimal satu kali shalawat kepada Nabi. Lebih diutamakan adalah shalawat kepada Nabi, keluarga, dan sahabatnya,

Rukun Ketiga: Membaca Petikan Ayat Al-Qur’an

Untuk rukun ketiga, sebagian ulama mengatakan bahwa, dikarenakan khutbah jumat itu menggantikan dua rakaat sebelumnya yang ditinggalkan, sehingga membaca petikan ayat Al Quran pada khutbah jumat merupakan wajib.

Rukun Keempat: Nasehat atau Wasiyat

Rukun keempat adalah dengan menyebutkan dan menyeru jamaah jumat untuk taat dan bertaqwa pada Allah swt. meskipun hanya dengan satu kalimat. Artinya dalam khutbah jumat khatib juga harus memberikan nasihat kepada jamaah.

Rukun Kelima: Doa dan Permohonan Ampun

Rukun terakhir atau kelima adalah dengan mengucapkan doa atau permohonan ampun yang ditujukan bagi seluruh ummat Islam.

Rukun Khutbah Mazhab Al-Hanabilah: Empat Rukun

Sedangkan untuk Mazhab Al – Hanabilah sebenarnya sama dengan rukun pada mazhab Syafi’iah. Perbedaannya adalah bahwa pada mazhab ini rukun kelima ditiadakan. Artinya, bahwa pada mahzab ini, hanya ada empat rukun khutbah jumat.

Baca Juga: Manfaat Sedekah di Hari Jumat

Demikian adalah rukun khutbah jumat versi empat mazhab. Karena setiap mazhab memiliki pandangan dan dasar masing – masing, artinya setiap mazhab adalah memiliki pandangan yang tepat dan tidak salah. Hanya tinggal bagaimana kita memahaminnya dan memantapkan hati untuk mengikuti salah satu.

TAZA

Lembaga Filantropi Amil Zakat, Infaq, Sedekah, Wakaf dan Dana Kemanusian untuk kebaikan ummat.

Berita Menarik Lain :

Follow us @ TamanZakat