Call Center

031 - 99 787 999

Email

mail@tamanzakat.org

Jam Layanan

Senin - Sabtu: 8 AM - 4 PM

Membayar zakat saat berhaji – Islam adalah agama yang tidak menyukai umatnya yang terus memupuk harta kekayaan pribadinya tanpa memperdulikan kiri dan kanan kanan. Maksudnya, islam mengajarkan supaya umatnya bisa berbagi dengan orang disekelilingnya yang memiliki keadaan kurang mampu dan butuh bantuan.

Untuk itu apabila Anda memiliki rezeki yang berlebih alangkah baiknya jika anda melaksanakan rukun Islam yang ketiga yaitu Zakat. Selanjutnya anda tentu harus membayar zakat dari harta anda dalam keadaan apapun dan dimanapun tempatnya. Anda tidak boleh lalai dalam membayar zakat anda.

Salah satunya adalah ketika anda berhaji, maka anda juga harus berzakat. Banyak yang mempertanyakan dan membicarakan mengenai membayar zakat saat berhaji. berikut adalah ulasannya.

Zakat dalam tabungan haji

Bagi anda yang telah membuat tabungan haji, pasti anda mengerti bahwa sebagian besar tabungan haji juga sudah termasuk zakat yang harus dikeluarkan. Tujuan dari tabungan ini tentunya untuk mempersiapkan Ongkos Naik Haji (ONH) di masa depan.

Untuk mempersiapkan dana haji yang akan digunakan nanti, nasabah diwajibkan melakukan transfer uang bulanan sampai jangka waktu tertentu. Dengan tabungan haji,anda sebagai nasabah juga memiliki keuntungan lain yaitu telah terdaftar sebagai peserta haji secara tidak langsung. Biasanya tabungan haji tidak dapat diambil atau ditarik seperti tabungan biasa karena memang tabungan haji diperuntukkan untuk ongkos naik haji yang berarti hanya bisa digunaan untuk naik haji.

Seperti disebutkan sebelumnya bahwa beberapa tabungan haji sudah termasuk zakatnya dan sebagian belum. Untuk itu anda harus memperhatikan hal  – hal berikut jika anda ingin membayar zakat anda saat berhaji.

Syarat harta yang di zakati

Pertama, diantara syarat harta yang harus dizakati adalah  bahwa harta tersebut dimiliki dengan sempurna, artinya bahwa harta tersebut milik individu dan tidak berkolerasi atau berhubungan dengan hak orang lain. Atau harta tersebut disalurkan atas pilihannya sendiri dan faedah dari harta tersebut dapat diperoleh oleh yang menyalurkan.

kemudian bagaimanakah dengan piutang yang ada pada orang lain? Apakah terkena zakat? Ada dua pokok dalam hal ini. Pertama, jika utang tersebut dipinjam oleh seseorang yang mampu mengembalikan, berarti piutang tersebut termasuk dalam hitungan zakat. Sebaliknya jika yang meminjam merupakan orang yang susah dan tidak mungkin mengembalikannya, maka piutang tersebut tidak masuk dalam hitungan zakat.

Selanjutnya, aturan untuk tabungan haji, ketika anda telah melakukan setoran, tidak bisa ditarik kembali. Kecuali jika tidak jadi berhaji, maka baru dikembalikan namun tidak seluruhnya. Sama seperti ketika seseorang beli sebuah rumah dan telah memberikan uangnya kepada yang punya rumah tersebut, maka uang tersebut tidak menjadi pembeli secara sempurna walau kunci rumah belum berada di tangannya. berdasarkan hal ini maka tabungan haji bukan merupakan harta yang perlu di bayarkan zakatnya.

Namun, anda tetap harus membayar zakat sesuai dengan harta yang anda miliki terlepas dari tabungan haji yang anda miliki. Dan tentu saja anda bisa melakukannya sebelum ataupun ketika anda berhaji.

Zakat saat berhaji

Sebagian orang berpendapat bahwa tabungan haji bisa dikatakan sebagai menimbun harta sehingga harus dibayarkan zakatnya. Namun secara jelas, dapat kita ketahui bahwa tabungan haji tersebut bukanlah tabungan yang bisa kita ambil dan gunakan sesuka hati.

Itu artinya tabungan haji tidak termasuk dalam harta yang harus dibayarkan zakatnya. Namun, saat anda berhaji, anda tetap harus membaya zakat sesuai dengan harta yang anda miliki saat itu. berhaji berarti bahwa anda telah memiliki cukup harta dan berlebih sehingga dapat melakukan perjalan hingga ke baitullah.

Oleh sebab itu, wajib bagi anda untuk membayar zakat yang sudah seharusnya. Tidak harus ketika berhaji, sebelum anda berangkat haji tentu anda sebaiknya menyelesaiakn kewajiban zakat anda sehingga anda berangkat haji dalam keadaan yang bersih dan suci.

Baca Juga: Macam-Macam Rukun Haji

Demikian adalah penjelasan mengenai mebayar zakat saat berhaji. Sudah sepatutnya anda membayar zakat, baik sebelum maupun saat berhaji. Karena seseorang yang mampu berhaji tentu adalah orang yang memiliki harta berlebih dan sudah tentu telah melaksankan segala kewajibannya termasuk kewajibannya untuk membayar zakat atas harta yang dimiliki.

TAZA

Lembaga Filantropi Amil Zakat, Infaq, Sedekah, Wakaf dan Dana Kemanusian untuk kebaikan ummat.

Berita Menarik Lain :

Follow us @ TamanZakat