Call Center

031 - 99 787 999

Jam Layanan

Senin - Sabtu: 8 AM - 4 PM

Riba memang selalu menjadi sorotan utama dan telah banyak dibahas di berbagai konten – konten media sosial maupun artikel. Anda juga tentu sudah sangat sering mengetahui dan membaca mengenai berbagai macam riba, apa yang dimaksud riba serta segala hal yang berkaitan dengan riba.

Namun sayangnya, konten – konten sejenis bukan secara jelas memnyebarkan kebaikan mengenai bagaimana kita sebaiknya tidak mendekati riba. Namun sebagian besar konten – konten riba sebenarnya berkaitan dengan promosi – promosi atau kampanye untuk berhenti menggunakan jasa keuangan konvensional.

jangan makan riba

Saat ini, berbagai prpoduk keuangan syariah memang telah banyak kita jumpai. Namun, masyarakat masih tidak tertarik dengan produk – produk tersebut. Hal ini memang disebabkan karena kurangnya pemahaman masyarakat mengenai konsep zalim serta riba. Dengan tanpa adanya penjelasan yang cukup, tentu akan selalu muncul celah riba di tengah – tengah masyarakat.

Makna Riba

Untuk lebih memahami riba mari kita simak cerita berikut.

10 orang dengan keahlian tersendiri tinggal di suatu pulau kecil. keahlian mereka berbeda yaitu bertani dan beternak. Karena komoditi yang diternak dan di jadikan bahan pertanian berbeda – beda, tentu mereka bertransaksi dalam melakukan barter.

Hingga suatu hari seseorang datang dan mengatakan bagaimana mungkin kamu menukar seekor sapi dengan sekarung padi? Dengan maksud bagaimana mungkin menukar sesuatu yang tidak senilai. Pria tersebut kemudain membuat uang kertas sebanyak 100 lembar dan kemudian akan meminjamkannya kepada penduduk.

Penduduk bisa meminjam uang tersebut dengan cara menukarnya dengan asset yang dimiliki. Namun ada syarat lain yaitu siapapun yang meminjamnya harus menambahkan 1 lembar uang ketika mengembalikannya. akhirnya satu persatu penduduk pun datang dan masing – masing meminjam 10 lembar uang. Akhirnya seluruh uang yang dimiliki pria tersebut tersebar di seluruh pulau.

Namun masalah muncul ketika telah tiba waktu untuk mengembalikan pinjaman tersebut. Bagaimana bisa penduduk mengembalikan 11 lembar uang? Yang artinya yang harus dikembalikan adalah 110 lembar uang kertas. Padahal, pria tersebut hanyalah membuat sebanyak 100 lembar. Yang lebih mustahil adalah yang membuat uang adalah pria tersebut, jika tidak mendapatkan uang lagi dari pria tersebut maka uang tersebut juga tidak akan pernah bisa dikembalikan. Hal ini sudah sangat menjelaskan bahwa riba juga adalah suatu hal yang mustahil meskipun dilihat dari sisi matematis.Inilah awal dari riba.

Dasar larangan Riba

Pengaharam riba tidak langsung datang dengan suatu larangan. Seperti yang tersirat pada QS Ar-Rum (30): 39 yang berisi himbauan mengenai jenis transaksi yang dilakukan dengan konsep tersebut akan sia-sia disisi Allah SWT. Selanjutnya, Allah SWT juga telah menyebutkan subjek pelaku riba dan melarang untuk dipraktikkan (QS An-Nisa (4): 160-161). Dan Allah SWT juga telah mempertegas kepada orang-orang beriman untuk tidak memakan riba yang berlipat ganda (QS Ali-Imran (3): 130).

Lebih lanjut, dalam QS Ali-Imran (3): 130) Allah SWT menyebutkan dengan tegas kalimat awal ayat tersebut “wahai orang-orang yang beriman”. Hal ini tentu mempertegas bahwa sebagai orang beriman sangat tidak dianjurkan untuk bertindak bodoh.sesuai dengan cerita yang telah kita bahas sebelumnya bahwa konsep riba memang bukan suatu konsp yang masuk akal, terutama jika kita kaitkan dengan konsep – konsep islam.

Pada akhirnya Allah SWT mengancam serta menjelaskan ganjaran bagi orang-orang yang masih melakukan riba. Allat SWT mengatakan bahwa mereka yang masih terlibat dalam riba tidak akan mampu berdiri kecuali seperti orang gila (QS Al-Baqarah (2): 275).

Baca Juga: Apa Pengertian Khalifah yang Sebenarnya?

Logika memang mungkin hanya tingal logika bagi sebagian orang, namun anda tentu harus mengingat bahwa Riba merupakan salah satu dari 70 dosa besar. Serta anda harus selalu mengingat bahwa  Allah SWT dan Rasul-Nya bahkan akan mengangkat senjata untuk berperang dengan para pelaku riba ini. Namun, bagi siapapun yang bertaubat maka dipersilahkan untuk mengambil pokok dari hartanya sesuai dengan QS Al-Baqarah (2): 279.

Demikian adalah sedikit penjelasan mengenai Riba, dan bagaimana pandangan islam terhadap riba serta ancaman Allah terhadap pelaku riba. Semoga kita dihindarkan dari dosa besar tersebut. Aaamiin.

TAZA

Lembaga Filantropi Amil Zakat, Infaq, Sedekah, Wakaf dan Dana Kemanusian untuk kebaikan ummat.

Berita Menarik Lain :

Follow us @ TamanZakat

Name - City
Sudah Product Time